Salah satu hal terpenting dalam belajar dan pembelajaran adalah motivasi. Seorang pembelajar haruslah memiliki motivasi belajar yang kuat untuk memperoleh hasil belajar yang akurat. Namun hal ini tidaklah mudah bagi bapak/ibu guru untuk membangun motivasi yang kuat pada siswa.
Berikut ini (mungkin) adalah beberapa strategi yang dapat
bapak/ibu guru lakukan untuk memotivasi siswa di sekolah.
Pertama, jadilah
panutan minat siswa.
Sampaikan presentasi bapak/ibu guru dengan penuh
antusias, power full, penuh semangat dan kesungguhan. Sebagai tampilan motivasi
bapak/ibu guru, hasrat bapak/ibu guru akan memotivasi mereka (para siswa).
Kedua, kenali
siswa.
Bapak/ibu guru akan dapat lebih menyesuaikan instruksi
pembelajaran dengan perhatian dan latar belakang siswa. Bagaimana mereka
belajar, apa yang mereka inginkan dalam belajar mereka.
Ketiga, gunakan
contoh dengan bebas.
Banyak siswa ingin ditunjukkan mengapa suatu konsep atau
teknik berguna sebelum mereka ingin mempelajarinya lebih lanjut. Beri tahu siswa
tentang bagaimana pembelajaran akan mempersiapkan mereka untuk menangkap
peluang di masa datang.
Keempat, gunakan
berbagai kegiatan pembelajaran siswa aktif.
Kegiatan ini secara langsung melibatkan siswa dalam
materi dan memberi mereka kesempatan untuk mencapai tingkat penguasaan.
Kegiatan pembelajaran
penemuan/discovery , siswa merasa puas untuk bernalar melalui suatu masalah
dan menemukan prinsip yang mendasarinya sendiri.
Kegiatan pembelajaran
kooperatif, sangat efektif karena mereka juga memberikan tekanan sosial
yang positif.
Kelima, tetapkan
tujuan kinerja yang realistis dan bantu siswa mencapainya dengan mendorong
mereka untuk menetapkan tujuan mereka sendiri yang masuk akal. Rancang tugas
yang menantang mengingat pengalaman dan bakat siswa di kelas.
Keenam, berikan penekanan yang tepat dalam pengujian dan penilaian.
Tes harus menjadi
sarana untuk menunjukkan apa yang telah dikuasai siswa, bukan apa yang belum
dikuasai siswa. Hindari penilaian pada kurva dan beri kesempatan pada semua
siswa kesempatan untuk mencapai standar dan nilai tertinggi.
Ketujuh, obral pujian dan konstruktif dalam kritik.
Komentar negatif harus berkaitan
dengan pertunjukkan tertentu bukan pemainnya ( dengan kata lain, komentar
negatif ditujukan pada penampilan bukan pada siswanya). Tawarkan umpan balik
yang tidak menghakimi atas pekerjaan siswa. Tekankan pada kesempatan untuk berkembang , cari cara untuk
merangsang kemajuan dan hindari membagi siswa menjadi domba dan kambing (“ojo
dibanding-bandingke”).
Kedelapan, beri siswa sebanyak mungkin kendali atas pendidikan mereka sendiri.
Biarkan
siswa memilih sendiri materi dan topik proyek yang menarik bagi mereka. Nilai
mereka dalam berbagai cara (tes, makalah, proyek, presentasi dll) untuk memberi
siswa lebih banyak kendali atas bagaimana mereka menunjukkan pemahaman mereka
kepada bapak/ibu gurunya. Beri siswa pilihan untuk bagaimana suatu tugas diberi bobot/nilai.
Sumber : https://cft.vanderbilt.edu/guides-sub-pages/motivating-students/#strategies
Tidak ada komentar:
Posting Komentar